|
|
Persoalan terutama di jawa barat saat ini adalah rusak nyamoral, baik moral orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Ketika berbicaratenteng moral, maka hal itu berhubungan dengan semua aspek yang ada. Pejabatkorupsi karena buruk nya moral, para pelajar tawuran karena buruk nya moral,anak-anak pun tidak akan jauh kelakuan nya seperti kakak-kakak nya yang sudahdewasa.
Sekarang bagaimana menanggulanginya?
Ada sedikit harapan untuk menanggulangi hal tersebut yaitupemberdayaan pesantren, lantas apa hubungan nya dengan menjadi Anggota DPD? Sekarangbias kita lihat sebagai anggota DPD kita bisa menyusun RUU yang berkaitandengan otonomi daerah, dengan demikian hal ini bisa diusahakan oleh DPD yangmenjabat di jawa barat.
Sedikit melihat realita Jawa Barat yang rusak sekalipergaulan anak muda nya, hal ini disebabkan karena orang sudah melihatpesantren dengan sebelah mata, bukan kah Jawa Barat menjadi provinsi denganjumlah lembaga pesantren terbanyak yang tercatat pada tahun 2009 sebanyak7,961. Dan jumlah itu uterus berkembang sampai sekarang, tapi yang menjadipermasalahan, apakah dengan jumlah yang banyak tersebut bisa menanggulangi masalah di atas? Hal tersebut bagaimana orang-orangJawa Barat mau memasukan anak nya ke pesantren atau tidak. Dan realita nyamereka enggan memasukan anak nya untuk belajar moral di pesantren.
Mengapa demikian?
Kualitas SDM dan Infrastruktur yang kurang memadai yangmembuat mereka enggan memasukan anak nya ke pesantren, bangunan yang udah kumuhbahkan hamper reot, kualitas pengajar yang alakadanya, dan permasalahan lainya yangmenjadi masalah mengapa para orang tua enggan memasukan anak nya ke pesantren.
Seandainya saya Anggota DPD RI di Jawa Barat?
Pertama membuat RUU tentang pendidikan pesantren, mulai daripengalokasian dana pendidikan untuk pesantren, hal ini untuk meningkatkankualitas para pendidik dalam mendidik para santri, memberikanpelatihan-pelatihan untuk guru-guru ngaji di daerah pelosok.
Selanjutnya memantau langsung supaya hal tersebut berjalansebagaimana mestinya, tidak ada manipulasi, sogok menyogok dan lain sebagainya.
Dengan demikian pesantren bisa mengembalikan rakyat JawaBarat, kembali pada selogan nya Gemah Ripah Repeh Rapih yang berarti Gemah-ripahitu Subur makmur sandang dan pangan, dan Repeh-rapih berarti Damai aman dansentosa.
Categories: None
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.